Showing posts with label tersambar petir. Show all posts
Showing posts with label tersambar petir. Show all posts

Tuesday, April 7, 2009

Pengunjung kebun raya bogor mati tersambar petir

Sepertiyang diberitakan oleh The Jakarta Postp

Bogor botanical garden visitors killed by lightning

The Jakarta Post | Tue, 04/07/2009 10:11 PM | Jakarta
Lightning reportedly struck and killed two visitors Monday at the Bogor Botanical Garden, prompting park officials to warn visitors to leave the garden or take cover inside buildings in the area.

The park’s administrative affairs head Amas said Tuesday those killed were Jemadi, 40, and Sumini, 42, residents of Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Tangerang.

The pair entered the garden Monday, during heavy rain accompanied by lightning and thunder that pounded Bogor.

Botanical Garden staff found their bodies Tuesday under a lychee tree near a pond. Amas said there were bruises on Jamadi’s legs and it was believed the cause of death was electrocution by lightning. The bodies were sent to PMI Hospital.

“To prevent similar incidents recurring, we warned visitors to immediately leave the garden when it rains, or to find cover in an office or research building. Do not take cover under a tree,” he said.

Monday, March 23, 2009

48 Orang Tersambar Petir

Kalau kemarin tersambar petir di batam , kini diberitakan batam pos
Minggu, 22 Maret 2009 (Batampos)

Telinga Usman, warga Bukit Cermin Tanjungpinang, berdenging tak terkira. Ia seperti mendengar ledakan bom persis di atas tanah tempat kakinya berdiri di tepi sebuah warung dekat lapangan bola Senggarang. Saking kerasnya ledakan tersebut, tubuh Usman terpental hingga 10 meter. ''Setelah itu, saya tak ingat apa-apa lagi,'' katanya. Usman baru tersadar setelah tubuhnya terkulai di atas ranjang rumah sakit.

Usman adalah satu dari 48 orang warga yang tersambar petir usai menonton pertandingan bola di lapangan Senggarang, Tanjungpinang, Sabtu (21/3). Di antara para korban itu,. 23 orang dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 8 orang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dan 4 dirawat di Puskesmas Kampung Bugis. Salah seorang korban yang dirawat di RSUD, atas nama Supanti,15 tahun, meninggal dunia. Tiga korban diopname dan menjalani rawat inap di RSUD, selebihnya korban masih dalam tahap observasi.


Usman menuturkan, sekitar pukul 16.00 WIB, usai menonton pertandingan bola, hujan deras disertai petir mengurng kawasan Senggarang. Para penonton memilih berteduh di sebuah warung, tak jauh dari lapangan.


Tak lama berselang, tiba-tiba petir menyambar tanah yang jaraknya lima meter dari warung tersebut. ''Rasanya seperti ada bom,'' ungkap Usman yang masih merasakan nyeri di dada kanan dan punggung belakang.


Melihat kondisi para korban yang terbaring di UGD RSUD, kebanyakan korban mengalami luka bakar. Erma Susanti,31 tahun, dan anaknya Suci, 3,5 tahun, terbaring lemas tak berdaya. Erma mengalami luka bakar di pangkal paha, dan Suci mengalami luka bakar di dada kanan. ''Dada saya sesak,'' ungkap warga Tanjung Lanjut Kampung Bugis ini.


Ny Mamar (34), korban lain yang dirawat di RSUD menuturkan, saat kejadian dia bersama suami dan dua anaknya menonton pertandingan sepak bola Sebauk Cup yang sudah memasuki babak final. Belum selesai seluruh pertandingan hujan deras turun disertai petir bersahut-sahutan. Pertandingan dihentikan, dan para penonton termasuk dirinya berlarian mencari tempat berlindung.


Dia bersama suami dan anak-anaknya berteduh di sebuah warung yang dekat dengan sebatang pohon yang besar. Di dalam warung itu sejumlah warga sudah lebih dulu berlindung. ’’Suami saya sempat mengajak pulang, tapi saya takut karena banyak petir. Saya duduk berjongkok karena penat saya mau berdiri. Tiba-tiba tak sadar saja dan tahu-tahu sudah di dalam masjid,’’ katanya.


Bagaimana suara petir itu, dia tak ingat lagi karena langsung tak sadar saat akan berdiri dari berjongkok. Yang dia tahu, warung itu memang dekat dengan pohon yang tinggi dan ketika sadar ada luka bakar di bahu kanan dan lengan kanannya. Selain itu, baju lengan panjangnya yang di sebelah kanan juga hangus terbakar hingga ke pangkal lengan.


Saksi lainnya, Ny Yus mengatakan petang itu ada dua pertandingan yang dilaksanakan untuk memperebutkan juara I, II, III dan IV. Itu sebabnya seluruh pinggir lapangan penuh dengan penonton karena ini menjadi hiburan bagi mereka.

Pertandingan pertama dilaksanakan antara Kesebelasan Tanjunglanjut dengan Kesebelasan Selat Bintan yang dimenangkan oleh Kes Tanjunglanjut dengan skor 3-2 dan berhak atas juara III. Sementara perebutan juara I belum sempat dilaksanakan hari sudah hujan yang disertai petir.


Menurut salah satu dokter yang menangani pasien di RSUD dr Eddy Sobri SpPD, rata-rata korban mengalami luka bakar dan sengatan ke jantung. Akibatnya, irama jantung terganggu. Korban yang meninggal, menurutnya, sengatannya sangat kuat. Hal ini kemungkinannya dilihat dari posisi dan sengatan yang cukup kuat yang ia terima. ''Seperti kalau kita kesetrum, yang skalanya kecil pasti langsung kaget, dan ini dalam kekuatan yang sangat besar,'' jelasnya.


Dr Eka Hanasarianto, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Walikota Tanjungpinang yang saat itu juga tampak menangani korban petir mengungkapkan, para korban terkena percikan dari petir. ''Lima meter dari pusat sasaran petir ke warung itu dekat, sehingga percikan inilah yang menyebabkan luka dan sengatan listrik hingga irama jantung korban terganggu, tapi itu bisa kembali normal,'' kata Eka menenangkan.


Jika berada dalam rumah, hindari poisi yang dekat dengan kontak listrik. Dari kejadian yang dialami korban, lima meter dari sasaran petir yang saat itu menyambar tanah, percikan petir mengenai korban sangat besar kemungkinan akibat tanah yang basah. ''Korban yang meninggal, bisa jadi posisinya lebih dekat atau mengenai percikan petir yang lebih kuat,'' paparnya.


Untuk biaya perawatan semua korban ditanggung pemerintah, hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli yang memantau kondisi korban di RSUD. ''Ini bencana, semua biaya perawatan hingga obat dan kendaraan pulang dari RS ditanggung pemerintah kota,'' ungkap Edward. (git)


Korban yang Dirawat di RSUD

-Supanti (15) Sungai Ladi Kampung Bugis
-Erma Susanti 31 Tanjung Lanjut
-Suci 3,5
-Hasyim,25, Kampung Bugis
-Janas,21, Kampung Bugis
-Marhadis, 53, Kampung Bugis
-Zauriah, 21 Gang Bali
-Masyifah,38, Kampung buggis
-Yosdarsi, 28, Senggarang Besar
-Husen, 45, Kampung Bugis
-Darwin,38, Senggarang Besar
-Sulaiman, 28, Dompak
-Hanafiah, 32
-Maimunah, 18, Tanjung Lanjut
-Yakob, 21, Dompak
-Maimar, 34, Tanjung Sembaok
-Usman, 29, Bukit Cermin
-Antono, 16, Kampung Bugis Pelajar SMA 6
-Achi, 57, Sembaok
-Azri, 4,
-Mala, 25, Dompak
-Sulaiman, 28
-Azman, 39, Senggarang besar


Yang Pergi bersama Petir

-Minggu (1/3/2009), satu keluarga tersambar petir ketika berkumpul di rumah daerah Taman Raya, Batam Centre. Seorang di antaranya Agus Triono, tewas akibat sambaran petir yang menghanguskan kepala bagian belakangnya.

-Kamis (16/10/2008) dini hari di perairan Rangsang, Kabupaten Bengkalis, Nahkoda Kapal KM Usman Jaya GT 34 M Agus bin Abd Hamis, 32 tewas disambar petir.

-2000, seorang pejabat Departemen Keuangan tewas tersambar petir di Lapangan Golf Southlink, Batam. (ros)

Friday, March 6, 2009

Main Hand Phone tersambar petir di dalam rumah

Petir Masuk Rumah, 1 Tewas, 3 Luka
Selasa, 03 Maret 2009


BATAM (BP) - Hujan deras disertai petir yang mengguyur Kota Batam, Ahad (1/3) lalu, menelan korban jiwa. Empat orang yang masih terbilang satu keluarga tersambar petir ketika berkumpul di rumah daerah Taman Raya, Batam Centre, sekitar pukul 17.00 WIB. Seorang diantaranya, tewas akibat sambaran petir yang menghanguskan kepala bagian belakangnya.

Keluarga ini adalah Muhammad Ikhsan, 63, menantunya, Agus Triono, 26 dan dua cucunya, Riki, 8, dan Dimas, 4. Muhamamad Ikhsan menderita luka bakar pada tangan dan badan sebelah kanan, Riki menderita luka bakar di perut, dan Dimas juga terluka pada bagian perut. Sementara Agus Triono menderita luka bakar pada kepala yang diduga menyebabkan ia tewas di tempat.


Kemarin, Agus Triono, warga Taman Cipta Asri Blok I No.66, Tembesi, Sagulung, dimakamkan di Seitemiang. Agus meninggalkan dua orang anak, Eka, 2, dan Ramdani yang baru berusia lima bulan. Tewasnya Agus, membuat istrinya, Siti Aminah, 24, tak kuasa menahan kesedihan. Berkali-kali ia tak sadarkan diri. Saat suaminya dimakamkan, Siti Aminah, kembali tak sadarkan diri.


Peristiwa ini terjadi di rumah mertua Agus di Taman Raya, Batam Centre. Ketika itu, Agus bersama istri dan anak-anaknya datang berkumpul dengan saudara lainnya di rumah itu. Saat turun hujan deras disertai sambaran petir, mereka berkumpul di dalam rumah dua kamar itu. ”Almarhum sedang main-mainkan ponsel. Istrinya sudah memperingatkan tapi tidak peduli,” ujar Yani, 24, ipar Agus di Taman Cipta Asri, kemarin.

Tiba-tiba, lanjut Yani bercerita, sambaran petir muncul dan masuk ke dalam rumah. Petir pertama itu langsung menyambar kepala Agus yang sedang baring-baring. Kepala Agus terbakar. Sontak, kejadian itu kemudian membuat seisi rumah panik dan ketakutan.


”Dia (Agus) langsung tak sadarkan diri waktu itu. Tubuhnya kaku dan perlahan-lahan denyut nadinya hilang,” kata Yani lagi.


Setelah itu, sambaran petir muncul lagi dua kali. Kali ini sambaran petir menimbulkan api. Penghuni rumah pun semakin panik dan bersembunyi. Hidayah, mertua Agus sembunyi di bawah meja. Dua anak, Yani, Riki dan Dimas berlarian tak tentu arah di dalam rumah. Dua anak itu pun tak luput dari sambaran petir. Kakeknya, Muhammad Ikhsan juga tersambar petir.


”Riki sempat tak sadarkan diri. Untung tidak lewat,” ungkap Yani


Menurut Hidayah, sambaran petir yang memunculkan api sempat berputar-putar tiga kali dalam rumah. ”Apinya seperti lampu menyala. Mengerikan,” kata Hidayah sembari menggendong cucunya.
Setelah sambaran petir sudah reda, Yani sibuk menenangkan dan mengobati anaknya yang syok dan trauma. Sementara Siti Aminah mengurusi suaminya yang meninggal. Jenazah Agus kemudian dibawa pulang ke rumahnya di Taman Cipta Asri.


Selain keluarga ini, satu orang tetangga mereka juga tersambar petir. Korbannya adalah seorang anak berusia dua tahun. Korban bernama Krisna itu juga sempat tak sadarkan diri. Di luar rumah, pohon pisang juga hangus terbakar akibat sambaran petir itu. (uma)

Popular Posts